HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEMBUAT BISNIS PROPOSAL BAGIAN 1

Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat bisnis proposal - Bagian 1

Pengantar
Banyak dari kita mempunyai ide-ide bisnis yang cemerlang. Mungkin teman anda atau bahkan anda sendiri sering menceritakan ide-ide tersebut kepada semua orang. Semua ide tersebut dapat diceritakan dengan baik, anda dapat bercerita mengenai ide bisnis anda ke rekan kerja anda dengan sangat fasih. Semua orang dapat bercerita tentang ide yang dimilikinya, namun tidak semua orang dapat merealisasikan ide yang dimilikinya. Untuk merealisasikan ide yang dimiliki, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menuliskan ide tersebut. Terdapat perbedaan besar antara hanya sekadar bercerita dan menuliskan ide bisnis yang dimiliki. Dengan menuangkan ide bisnis ke dalam bentuk tulisan, anda dapat memperhatikan semua detail bisnis yang ingin dijalankan. Bentuk dari hasil tulisan ini biasa disebut sebagai bisnis proposal.

 

Figure 1.Bisnis proposal: Menjabarkan detail langkah yang diperlukan dalam mencapai tujuan bisnis

Page2

Sumber: (Joe Gorman – Tips & tricks for writing successful EU Projects Proposals)

Dengan membuat bisnis proposal akan terlihat fondasi dari bisnis yang akan dikerjakan, semua langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang ingin di capai dan semua detail kegiatan baik dari sisi pemasaran, operasional, ataupun keuangan. Bisnis proposal akan menggambarkan keseluruhan rencana bisnis yang anda miliki. Bisnis proposal bisa ditujukan kepada pihak calon investor, bank, ataupun atasan di perusahaan. Untuk itu jangan hanya membuat bisnis proposal yang biasa saja buatlah bisnis proposal yang bisa meyakinkan orang yang membaca untuk merealisasikan ide yang anda miliki.

Pada umumnya pengerjaan bisnis proposal bisa memakan waktu sekitar 3 bulan, ini tergantung dari seberapa kompleks isinya, berapa orang yang terlibat dalam pengerjaannya, berapa orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan, dan sebagainya. Bisnis proposal biasa dibuat oleh individu yang baru mau memulai usaha, ataupun perusahaan yang mau menjalankan unit usaha/ produk baru. Sebelum memulai membuat bisnis proposal ada baiknya untuk membuat sketsa ide-ide apa saja yang akan dituangkan. Hal ini perlu untuk dilakukan untuk mendapatkan arah yang jelas dalam pembuatan bisnis proposal.

Untuk itu sebelum masuk lebih jauh ke hal yang kompleks, ada baiknya untuk menjawab lebih dahulu pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti ini:

•    Apa yang akan dijual?
•    Siapa target konsumen anda?
•    Apa keunggulan yang dimiliki oleh produk ini yang membuat anda yakin bahwa produk ini dapat sukses di pasar?
•    Alasan apa yang mendorong anda untuk membuka bisnis ini?
•    Apa nama perusahaan untuk bisnis ini?

Apabila pertanyaan diatas sudah bisa dijawab, maka anda bisa melanjutkan membuat bisnis proposal yang lebih kompleks dan komprehensif. Suatu bisnis proposal pada umumnya mencakup informasi sebagai berikut:

Figure 2. Informasi dalam Bisnis Proposal

3

1. Executive Summary

Executive summary merefleksikan keseluruhan bisnis proposal yang telah anda kerjakan. Walaupun bagian ini merupakan hal yang terakhir dikerjakan, namun executive summary selalu menjadi bagian pertama yang dibaca oleh pihak yang melihat bisnis proposal anda. Executive summary akan dibaca oleh orang yang tidak familiar dengan perusahaan/industri anda untuk itu usahakan untuk menghindari istilah-istilah teknis dalam bab ini.
Executive summary menampilkan semua hal yang dianggap penting dari bisnis proposal yang telah dibuat. Hal yang masuk dalam executive summary antara lain:
•  Produk atau jasa yang ditawarkan beserta keunggulan yang dimilikinya
•  Peluang di pasar
•  Tim manajemen
•  Track record perusahaan selama ini (Untuk perusahaan yang sudah berdiri)
•  Kebutuhan investasi
•  Proyeksi kinerja keuangan yang mencakup informasi mengenai kebutuhan investasi dan estimasi tingkat pengembalian
Panjang executive summary biasanya hanya sekitar 2 -3 halaman. Kualitas dari executive summary akan menentukan apakah sisa halaman dari bisnis proposal lainnya akan dibaca atau tidak. Ini mungkin terkesan menjengkelkan tapi semua kerja keras kita dalam menyusun bisnis proposal akan sangat tergantung kualitas executive summary yang dibuat. Executive summary yang dibuat harus mampu meningkatkan minat pembaca untuk itu jangan hanya mengcopy-paste potongan-potongan dari bab lain ke dalam executive summary. Akan lebih baik jika membaca ulang keseluruhan bab yang telah dibuat lalu memadatkan kembali inti dari bisnis proposal yang ingin diceritakan untuk dituangkan dalam executive summary.

2. Latar Belakang

Hal utama yang diperhatikan dalam bab ini adalah alasan untuk mendirikan bisnis dan produk apa yang nantinya akan ditawarkan. Ada dua hal yang bisa diangkat untuk menjelaskan alasan mendirikan bisnis yaitu (1) Kelemahan di pasar, dan (2) Keunggulan Produk yang ditawarkan. Jelaskan pasar yang akan dimasuki nantinya. Ambillah suatu isu yang sekarang ada di market dan pelajari lebih dalam, hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai peluang apa yang bisa dimanfaatkan dari pasar yang ada sekarang.
Setelah menjelaskan tentang kelemahan di pasar, berikanlah overview mengenai produk yang akan di tawarkan. Jelaskan masalah apa yang bisa diselesaikan dengan hadirnya produk ini. Penjelasan mengenai produk/jasa yang ditawarkan akan memperlihatkan sejauh mana pembuat bisnis proposal bisa mengerti kebutuhan konsumen.
Beberapa hal yang perlu ditegaskan dalam penjelasan produk antara lain:
•  Keunggulan dari produk yang ditawarkan
•  Alasan produk ini dapat laku di pasaran
• Kemukakan penjelasan mengenai industri (regulasi khusus, organisasi , kartel, atau spesifikasi teknologi yang khusus)

Ketika menyusun penjelasan mengenai produk yang ditawarkan, perlu diperhatikan apakah:

•  Penjelasannnya terlalu teknis
•  Apakah memakai istilah yang tidak familiar untuk orang di luar industri ini
•  Apakah penjelasan yang dijabarkan merupakan hal utama yang ingin diketahui oleh pembaca
Karena nantinya bisnis proposal ini akan dibaca oleh berbagai pihak, maka lebih baik menggunakan bahasa yang jelas, singkat dan mudah dipahami oleh semua orang.

3.Company Profile (Untuk perusahaan yang sudah berdiri)

Seperti dijelaskan di awal, selain dibuat untuk kepentingan membuat perusahaan baru bisnis proposal juga bisa dibuat oleh perusahaan yang sudah berdiri untuk membuat unit perusahaan baru ataupun meluncurkan produk baru. Company profile penting untuk menjelaskan pengalaman dan kredibilitas dari perusahaan yang ada. Untuk bab ini tidak perlu menghabiskan terlalu banyak halaman, 2-3 halaman saja sudah cukup. Bab ini merupakan tempat yang tepat untuk menunjukkan visi dan misi anda ke depan. Dalam bab ini jelaskan latar belakang perusahaan dengan lengkap yang mencakup informasi seperti:
•    Visi dan misi perusahaan
•    Berapa lama perusahaan sudah berdiri
•    Pengalaman yang sudah ada selama ini (Industri apa saja, Daerah apa saja?)
•    Struktur kepemilikan
•    Nilai tambah dari perusahaan yang bisa menarik minat pembaca untuk mendukung bisnis proposal ini

4. Struktur Organisasi

Penjelasan mengenai struktur organisasi sering digabungkan dengan company profile. Ini merupakan kesalahan yang umumnya dilakukan oleh pembuat bisnis proposal. Struktur organisasi lebih baik dijelaskan secara terpisah, hal ini bertujuan untuk mengetahui secara pasti siapa saja yang nantinya akan terlibat langsung menjalankan bisnis ini. Perlu diingat dalam bab ini yang akan dijelaskan adalah struktur organisasi dalam bisnis baru yang akan diajukan, bukan struktur organisasi untuk perusahaan yang sudah berdiri.
Dalam bab ini yang perlu dijelaskan antara lain bentuk usaha baru yang nantinya akan dijalankan, komposisi pendanaan, dan personil untuk manajemen kunci. Dalam pembentukan bisnis terdapat beberapa macam alternatif bentuk usaha yang bisa didirikan baik dalam bentuk perorangan, CV, PT, ataupun Joint Venture. Dalam bagian ini bisa dijelaskan bentuk usaha apa yang dipilih, alasan apa yang mendasarinya, pro dan kontra jika dibandingkan dengan bentuk usaha lain. Jika sudah sepakat mengenai bentuk usaha, maka bisa ditentukan seberapa besar proporsi kepemilikan saham yang nantinya akan dibuat.
Hal selanjutnya yang perlu dijelaskan adalah pihak manajemen kunci yang akan menjalankan bisnis ini. Jangan remehkan penjabaran mengenai hal ini dalam bisnis proposal. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Mckinsey diketahui bahwa alasan tertinggi ditolaknya suatu bisnis proposal adalah lemahnya manajemen yang ditawarkan oleh pembuat bisnis proposal. Pembuat bisnis proposal terkadang tidak menyadari bahwa selain melihat potensi dari sisi bisnis, para calon investor akan melihat siapa orang yang akan menjalankan bisnis ini nantinya. Calon investor butuh keyakinan yang kuat apakah manajemen yang ada dapat mengelola modal yang diberikan dengan baik.

Figure 3.Alasan ditolaknya bisnis proposal

 6Sumber: McKinsey & Company – Business plan preparation

Tujuan dari bab ini adalah meyakinkan pembaca (khususnya calon investor) untuk percaya bahwa manajemen yang ada berkompeten untuk menjalankan bisnis ini. Informasi yang dibutuhkan antara lain:

•    Struktur organisasi beserta siapa saja yang akan mengisi posisi kunci dari struktur ini (minimal bagian operasional, sales, marketing, dan keuangan)
•    Background dan pengalaman dari masing-masing personil
•    Visi dan misi yang dimiliki oleh masing-masing personil dalam rangka mengembangkan divisinya masing-masing
•    Seberapa besar komitmen yang dimiliki?
Pihak calon investor ingin memastikan bahwa manajemen berkomitmen terhadap bisnis yang akan dijalankan. Tunjukkanlah seberapa besar waktu yang bisa di kontribusikan tiap personil.

5. Analisa Industri

Analisa industri bertujuan untuk memberikan gambaran industri apa yang nantinya akan dihadapi oleh perusahaan ini. Dalam bab ini berikan overview industri secara keseluruhan, ceritakan siapa calon konsumen yang menjadi target, berapa banyak konsumen yang bisa diraih, peta persaingan dalam industri ini dan bagaimana cara bersaing dengan kompetitor yang ada untuk mendapatkan konsumen yang ditargetkan.
Hal yang bisa diceritakan pada bagian ini antara lain:

•    Penjelasan mengenai data historis industri, contoh : market size, demografi, tren kebutuhan, pola penjualan, serta kemungkinan pertumbuhannya di masa depan
•    Ilustrasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi industri ini, contohnya industri penjualan spare part mobil yang bisa di hubungkan dengan penjualan kendaraan secara keseluruhan, laju pertumbuhan penduduk, dan tren industri leasing.
•    Tantangan yang akan dihadapi ketika memasuki industri ini (barier market entry). Contohnya kebutuhan teknologi canggih yang memerlukan biaya besar, paten / lisensi yang dibutuhkan untuk industri tersebut, jumlah tenaga ahli yang minim, dan sebagainya.
•    Karakter utama dari calon konsumen yang akan membeli produk anda. Contohnya berdasarkan usia, jenis kelamin, atau pendapatan, apabila sebelumnya sudah ada konsumen lama maka hal ini dapat dijabarkan beserta target konsumen yang baru.

6-1Sumber: McKinsey & Company – Business plan preparation

Siapa pesaing mu? Penjelasan mengenai bab diatas berfokus pada faktor dari internal perusahaan, kini saatnya anda memikirkan bagaimana caranya untuk menghadapi persaingan ke depannya. Perlu disadari bahwa target konsumen yang diincar tidak bisa didapatkan begitu saja. Anda akan menghadapi kompetisi yang sengit dengan pemain lain yang sudah ada dalam bisnis ini. Dalam bab ini perlu ditekankan apa yang membedakan produk ingin ditawarkan dengan produk yang sudah ada selama ini serta bagaimana cara untuk mengalahkan kompetitor lain dalam industri ini.  Informasi yang perlu dituangkan dalam bab ini adalah:

• Siapa saja kompetitor dalam industri ini?
• Catatan mengenai kekuatan dan kelemahan kompetitor beserta produk yang dimilikinya.
• Alasan apa yang membuat konsumen lebih tertarik untuk membeli produk yang anda hasilkan dibandingkan dengan produk kompetitor.

6. Sales and Marketing

Apabila bisnis ini sudah memiliki produk dan target pasar yang ingin diambil, maka hal selanjutnya yang perlu dipersiapkan adalah bagaimana cara memasarkan dan menjual produk yang ada kepada target pasar yang telah ditetapkan. Beberapa pertanyaan yang bisa membantu untuk menuangkan rencana ini antara lain:
Bagaimana produk ini dapat memenuhi kebutuhan konsumen?
Bagaimana posisi produk ini?

• Dalam hal ini akan berisi penetapan harga, kualitas, dan after sales service. Hal ini juga bisa dilengkapi dengan menunjukkan perbandingannya dengan produk sejenis milik kompetitor. Perbandingan ini akan memperlihatkan di mana posisi produk yang ditawarkan sesungguhnya berada.
Bagaimana memasarkan produk ini ke konsumen?
• Misalnya melalui iklan di media cetak, elektronik, melalui email, event-event publik, melalui distributor, b2b dan sebagainya.
• Prediksikan kapan penjualan, order pertama direalisasikan. Banyak bisnis proposal yang tidak memperhitungkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penjualan. Bisa jadi di tahun pertama sebagian besar waktu yang dihabiskan lebih kepada negoisasi kontrak, dan mencari prospek klien.
Siapa pembeli pertama produk anda?
• Tunjukkan list pihak mana saja yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk/jasa yang ditawarkan (potensial klien)

7. Operasional

Aspek operasional tidak melulu hanya berisi kegiatan produksi saja, aspek pendistribusian barang, sertifikasi serta legal juga bisa masuk dalam pembahasan di bab ini. Beberapa informasi yang perlu dijabarkan adalah:
• Penjelasan mengenai fasilitas yang akan dibutuhkan untuk memulai usaha baik berupa kantor, pabrik, peralatan kantor, mesin, ataupun kendaraan. (Terkadang beberapa bisnis hanya akan membutuhkan meja dan telefon untuk memulai bisnisnya).
• Penjelasan bagaimana cara mendistribusikan produk ke konsumen.
• Informasi pro dan kontra pemilihan lokasi kantor/pabrik
• Kapasitas produksi
• Kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan. Berapa orang, serta skill apa yang diperlukan
• Proses pemilihan supplier
• Bagaimana cara menjamin kualitas produk (quality assurance)
• Jika perusahaan berbentuk manufaktur jelaskan keseluruhan proses produksi mengenai proses pembuatan, penyimpanan, pendistribusian, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.
• Perizinan apa saja yang dibutuhkan? Apakah ada sertifikasi khusus yang harus dipenuhi terlebih dahulu?

8. Keuangan dan Pajak

Dalam bagian keuangan dan pajak. Pembuat bisnis proposal dituntut untuk membuat suatu proyeksi keuangan dan mempertimbangkan aspek pajak apa saja yang dapat dikenakan terhadap bisnis yang anda lakukan. Proyeksi keuangan berfungsi menterjemahkan apa yang sebelumnya telah dijabarkan di atas (penjualan, pemasaran, dan operasional) ke dalam suatu nilai uang. Proyeksi keuangan yang dibuat akan mencakup tiga hal utama dalam laporan keuangan, yaitu proyeksi laba rugi, neraca, dan arus kas. Untuk membuat proyeksi ini juga diperlukan proyeksi mengenai penjualan dan informasi mengenai besaran investasi awal.

Figure 5. Proyeksi Keuangan

10

a. Proyeksi Penjualan, Proyeksi penjualan yang realistis akan menjadi basis dari semua komponen lain yang diproyeksikan. Proyeksi total penjualan dapat dijabarkan ke komponen yang lebih detail (contohnya penjualan per produk, per wilayah, atau per customer).

b. Proyeksi Laba Rugi, Proyeksi laba rugi memberikan gambaran bagaimana profitabilitas bisnis di masa depan. Proyeksi bisa dilakukan untuk jangka waktu 3 – 5 tahun.

c. Proyeksi neraca, proyeksi neraca keuangan akan memperlihatkan kondisi keuangan perusahaan pada satu titik. Hal penting yang bisa dilihat dari proyeksi ini adalah kemampuan pendanaan dan struktur modal yang dimiliki perusahaan.

d. Proyeksi laporan arus kas, proyeksi ini menunjukkan seberapa besar aliran dana yang akan keluar dan masuk dari bisnis ini. Hasil proyeksi arus kas akan memperlihatkan apakah bisnis yang diajukan dapat menghasilkan dana yang cukup untuk terus bertahan, dan seandainya bisa kapan hal tersebut bisa terjadi.

e. Kebutuhan pendanaan, di dalam bagian ini perlu disebutkan berapa kebutuhan dana yang dibutuhkan, kapan, dan dalam bentuk apa (setoran modal atau pinjaman). Dana yang diperoleh nantinya perlu dijelaskan penggunaan untuk apa saja, apakah itu untuk membeli aset, ataupun dalam bentuk modal kerja.

Figure 6. Ilustrasi Fase Pendanaan

11

f. Analisa lain yang dilakukan bisa ditambahkan ;
• Financial Ratio analysis
• Analisa NPV, IRR, Payback Periode
• Break Even Point

g. Pajak
• Perhitungkan semua aspek perpajakan yang berhubungan dengan bisnis yang akan dilakukan, baik dari tarif pajak badan, PPn, ataupun pajak lainnya.

9. Analisa Risiko

Analisa risiko akan menjabarkan apa saja risiko yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan bisnis ini (regulasi, keuangan, kompetisi antar perusahaan, teknologi, dan sebagainya). Bagian ini merupakan bagian terakhir yang dibuat dalam bisnis proposal (sebelum executive summary). Dengan memeriksa ulang bisnis proposal yang telah dibuat serta memperhatikan area dimana bisa terjadi suatu kesalahan dalam berjalannya bisnis maka pengerjaan analisa risiko dapat dilakukan.  Untuk melihat risiko yang kemungkinan akan terjadi bisa salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan membuat SWOT Analysis. Sesuai namanya SWOT analysis akan mengumpulkan semua kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan. Melakukan analisa risiko membantu anda meminimalisir masalah yang kemungkinan akan terjadi dalam bisnis dan membantu meningkatkan kredibilitas anda di mata calon investor/bank. Analisa risiko memperlihatkan seberapa realistis anda dalam menyusun bisnis proposal.

Untuk menunjukkan dampak dari risiko yang ada terhadap proyeksi keuangan yang sudah dibuat, bisa dilakukan dalam what-if scenario (contohnya apa yang akan terjadi jika penjualan lebih rendah 20% atau lebih tinggi 10% dari proyeksi yang telah dilakukan). Proyeksi seperti ini dikenal dengan sensitivity analysis. Selain itu dapat juga dilakukan scenario analysis, yang dilakukan dengan cara membuat proyeksi laporan keuangan berdasarkan skenario terbaik ataupun terburuk yang kemungkinan di hadapi. Dari analisa ini anda bisa memutuskan apakah bisnis terlalu berisiko atau tidak. Dapat juga dipertimbangkan untuk menyiapkan alokasi dana cadangan untuk menghadapi risiko bisnis yang ada atau bila risikonya terlalu besar maka bisa diambil keputusan untuk membatalkan bisnis yang akan diajukan.

Tips dalam menyusun bisnis proposal
Buatlah bisnis proposal yang singkat
• Semakin solid data dan informasi yang bisa dikumpulkan akan membuat bisnis proposal yang dibuat menjadi semakin baik. Meski begitu pada kenyataan pihak bank atau calon investor tidak akan memiliki waktu yang cukup banyak untuk memperhatikan semua detail tersebut.
• Kebanyakan bisnis proposal terlalu panjang, fokuslah pada informasi yang benar-benar dibutuhkan pembaca.
Buatlah serealistis mungkin
• Banyak bisnis proposal (khususnya proposal untuk mendirikan perusahaan baru) yang berusaha menjual semua kemungkinan yang bisa diambil, namun sayangnya hal ini malah terlihat terlalu optimistis dan sukar untuk di eksekusi.
Buatlah kata-kata yang meyakinkan
• Ini bukan saatnya untuk menjadi rendah diri/pasif. Calon investor akan memberikan uangnya kepada orang yang benar-benar siap untuk turun tangan menjalankan bisnis ini. Pembaca harus mengetahui bahwa andalah yang akan mengeksekusi mimpi tersebut, tidak hanya sekedar “akan” atau “mungkin” menjalankan bisnis ini.

Cantumkan Sumber data
• Sangat penting untuk mencantumkan sumber data yang anda tampilkan. Pembaca akan membutuhkan untuk mengetahui drayman data diambil. Penting bagi pembaca untuk mengetahui pembuat bisnis proposal telah melakukan riset yang panjang dan menjaga kredibilitas dengan mengambil data dari sumber yang terpercaya.
Buatlah terlihat profesional
• Buatlah cover, desain, yang profesional
• Perbanyaklah visualisasi data (grafik, tabel, dan illustration)
Uji cobalah bisnis proposal anda
• Baca ulang kembali hasil yang telah dibuat. Pertimbangkan apakah hasil yang ada sudah mencakup semua hal utama yang ingin disampaikan ke pembaca.
• Perlihatkan kepada partner atau ahli untuk meminta pendapat dan masukan mereka.

Tambahan informasi lain yang bisa dilampirkan:
• Detail proyeksi laporan keuangan. Termasuk penjelasan dari asumsi yang dipakai, contohnya tingkat pertumbuhan penjualan, jangka waktu penagihan ke konsumen, jangka waktu pembayaran ke supplier, tingkat bunga dan investasi awal.
• CV lengkap dari manajemen kunci (sangat diperlukan khususnya bila sedang mencari pendanaan dari pihak external)
• Data market/industri
• Spesifikasi produk yang lengkap
• Spesifikasi mesin/peralatan yang lengkap
• Detail target klien/potensial konsumen
• Daftar pustaka/ link tempat sumber memperoleh informasi yang dijabarkan dalam bisnis proposal

 

 

 

Posted in ARTICLES & VIDEOS, BUSINESS PROPOSAL.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.