CORPORATE FINANCE TRAINING SERIES

Financial Analysis: Delivered with Excel Examples

Personal Note:

Dear All,

Though I know some of you probably has received our Financial Analysis training syllabus, however, personally I would like to address this to you since I believe this training is pretty good, not only for someone with finance background but as well, non-finance background.

This training is about VALUE MINDSET, and it will be useful for all aspects in your professional career and for any business analysis that you are going to make or review.

A couple of things that I could borrow from Andrew S. Grove, ex-President and CEO of Intel Corporation, a company that had revolutionized the way we see the computers now. With its logo “Intel Inside” all over the world on every laptop/computer, then it suggests that that’s INSIDE his or her computer IS THE (real) COMPUTER. When you asked someone what kind of a computer that he/she had, the first thing he/she will tend to say, is, “I have Intel inside”. Interesting!

If you an employee….until very recently, if you went to work at an established company, you could assume that your job would last the rest of your working life. A lot of people’s experience had been that working hard, putting one foot in front of the other, was what it took to get a good outcome. But when companies no longer have lifelong careers themselves, how can they provide one for their employees?

The sad news is, nobody owes you a career. Your career is literally your business. You own it as a sole proprietor. You have one employee: yourself. You are in competition with millions of similar businesses: millions of other employees all over the world. You need to accept ownership of your career, your skills and the timing of your moves. It is your responsibility to protect this personal business of yours from harm and to position it to benefit from the changes in the environment. Nobody else can do that for you.

If you manage a business, then you need to realize that business success contains the seeds of its own destruction. The more successful you are, the more people want a chunk of your business and then another chunk and then another until there is nothing left. I believe that the prime responsibility of a manager is to guard constantly against other people’s attacks and to inculcate this guardian attitude in the people under his or her management.
I do hope after you attend this training, you could personally display yourself with the “VALUE Inside” logo.
I enclose the training syllabus that I have personally prepared it for you. See you then in our training class which we expect it to be a fruitful discussion class.
Best wishes

Karnen

Notes :

  • Presentation slides will be distributed in .pdf file
  • Bring your laptop to the class with MS Office standard applications
  • Post-training discussions with the trainers via website about the training materials

 

Training untuk Industri Real Estat: Joint Operations (JO/KSO) dan Joint Venture (JV) – PSAK 66 (2013) “Pengaturan Bersama”(Joint Arrangement) dan Aspek Perpajakan

Notes :

  • Presentation slides will be distributed in .pdf file
  • Bring your laptop to the class with MS Office standard applications
  • Post-training discussions with the trainers via website about the training materials

 
In-House Training Class on Capital Budgeting
 

 

TRAINING SERIES ON CAPITAL BUDGETING : CONCEPT, TECHNIQUE AND IMPLEMENTATION

Basic Class

FUNDAMENTALS OF CAPITAL BUDGETING (2 DAYS)

 

Apple, Inc. – dengan kapitalisasi pasar sebesar 712 milyar USD pada tanggal 21 Januari 2017 – menyebutkan bahwa rencana belanja modal mereka pada tahun 2017 adalah sekitar 16 milyar USD. Dilihat dari tren belanja modal selama 5 tahun terakhir menunjukkan kenaikan yang signifikan, dari sekitar 6 milyar USD pada tahun 2013. Tampak bahwa produsen MacBook Air ini melakukan investasi secara masif dalam teknologi dan proses manufaktur yang state-of-the-art. Tentunya juga ada renovasi toko-toko ritel mereka dan bangunan dari Apple Campus 2 yang baru. Namun demikian sebagian besar belanja modal Apple, Inc. adalah pada peralatan produksi produk mereka yang dikenal unggul di pasar.

Sumber: https://www.fool.com/investing/2016/10/31/apple-inc-plans-on-spending-a-mind-boggling-16-bil.aspx

Keputusan oleh manajemen Apple, Inc. untuk selalu inovatif dalam memperkenalkan pilihan produk-produk yang “high-end” kepada konsumennya merupakan gambaran klasik terkait keputusan capital budgeting. Salah satu tantangan dalam pengambilan keputusan alokasi belanja modal ini adalah dalam penerapan aturan Net Present Value, yaitu bagaimana manajer dapat mengkuantifikasi biaya dan manfaat dari suatu proyek guna mendapatkan angka NPV proyek tersebut.

Salah satu tanggung jawab bagi manajer project finance atau corporate finance adalah melakukan analisa guna menentukan proyek atau investasi mana yang baiknya diambil oleh perusahaan. Analisa ini umum dikenal sebagai capital budgeting, penganggaran belanja modal, yaitu suatu proses guna menganalisa dari satu atau lebih dari satu kesempatan investasi dan memutuskan mana yang akan dipilih dan dijalankan. Aturan Net Present Value (NPV) umum direkomendasi dalam buku-buku manajemen keuangan sebagai metode pengalokasian sumber daya perusahaan guna maksimalisasi nilai pemegang saham, yang relative paling dapat diandalkan.

Penerapan aturan NPV sendiri, mengharuskan NPV masing-masing proyek dihitung dan akan dipertimbangkan proyek-proyek dengan NPV positif.

Dalam proses analisa NPV, proyeksi pendapatan dan biaya proyek perlu dibuat, dan dari sana, dapat diperoleh estimasi arus kas yang diharapkan di masa depan atau selama proyek. Dalam training ini, akan diberikan contoh bagaimana proses estimasi arus kas yang diharapkan tersebut, dan menggunakan arus kas tersebut untuk menghitung NPV proyek.

Walaupun metode NPV banyak dibicarakan dan umum dikenal, di sini, akan diperlihatkan beberapa hal baru di belakang perhitungan NPV yang diharapkan bisa meningkatkan pemahaman yang lebih baik bagi pihak partisipan training.

Di samping itu, karena estimasi arus kas hampir selalu melibatkan ketidakpastian, akan diperlihatkan analisa sensitivitas NPV dan analisa Skenario.

Dalam training ini juga, agar ada pembahasan terkait:

  • Uncertainty in capital budgeting
  • Splitting uncertain project payoffs into Debt and Equity
  • The relationship of the duration of the project and the term of the Debt to be issued
  • Working with the time-varying rates of return
  • Errors in Cash Flows vs  errors in the Cost of Capital : Which one is making more bad mistakes?
  • Discounting Promised Cash Flows with Promised Cost of Capital : Bad mistakes
Topic   Subtopic
     
Forecasting Earnings   Revenue and Cost Estimates
    Incremental Earnings Forecast
    Indirect Effects on Incremental Earnings
    Sunk Costs and Incremental Earnings
     
Determining Free Cash Flow and Net Present Value   Calculating Free Cash Flow from Earnings
    Calculating Free Cash Flow Directly
    Calculating the Net Present Value
     
Choosing Among Alternatives   Evaluating Alternatives
     
Further Adjustments to Free Cash Flow    
     
Analyzing the Project   Break-Even Analysis
    Sensitivity Analysis
     
Investment Decision Rules    
     
NPV and Stand-Alone Projects   Applying the NPV Rule
    The NPV Profile and IRR
    Alternative Rules vs the NPV Rule
     
The Internal Rate of Return Rule   Applying the IRR Rule
    Pitfall #1 : Delayed Investments
    Pitfall #2 : Multiple IRRs
    Pitfall #3 : Nonexistent IRR
     
The Payback Rule   Applying the Payback Rule
    Payback Rule Pitfalls in Practice
     
Choosing Between  Projects   NPV Rule and Mutually Exclusive Investments
    IRR Rule and Mutually Exclusive Investments
    The Incremental IRR
     
Project Selection with Resource Constraints   Evaluating Projects with Different Resource Requirements
    Profitability Index
    Shortcomings of the Profitability Index
     
    STUDY CASE

 

Intermediate Class

CAPITAL BUDGETING AND VALUATION WITH LEVERAGE (1 DAY)

Dari Yahoo Finance Statistics yang diakses pada tanggal 21 Februari 2017, Apple, Inc. (kode : AAPL) tercatat mempunyai kapitalisasi pasar di Nasdaq sebesar sekitar USD 712 milyar dan total Enterprise Value sekitar USD 712 milyar, tentunya salah satu perusahaan yang paling bernilai di dunia.

Profil bisnis Apple, Inc. termasuk, antara lain, merancang, memproduksi dan memasarkan komunikasi mobile dan peralatan media, personal computer, dan portable digital music player kepada konsumen, bisnis kecil dan medium, konsumen di dunia pendidikan, korporat, dan pemerintah di seluruh dunia (dikutip dari Yahoo Finance).

Data terkini dari December 31, 2016, seperti diperlihatkan di atas dari Yahoo Finance menunjukkan bahwa Apple, Inc. memiliki hutang sebesar USD 87.88 milyar, atau 66,3% dari Ekuitas, atau sekitar 12% dari total Enterprise Value.

Tentunya Apple, Inc. debt-to-enterprise value dalam persentase belum mencapai lebih dari 50%, namun banyak pula perusahaan yang menggunakan hutang (leverage) sebagai bagian dari strategi bisnis.

Yang menjadi pertanyaan menarik, adalah bagaiman suatu perusahaan yang menggunakan hutang,

  • mempertimbangkan biaya dan manfaat terkait hutang tersebut ke dalam keputusan capital budgeting?
  • menyesuaikan perbedaan dari resiko dan kapasitas hutang yang terkait dengan aktivitas bisnis yang berbeda-beda?

Training ini merupakan kelanjutan dari training berjudul “Fundamentals of Capital Budgeting”, dimana dalam training sebelumnya, kita melakukan estimasi atas Free Cash Flow (FCF) inkremental yang dihasilkan suatu proyek, dan lalu melakukan diskonto atas FCF tersebut berdasarkan biaya modal (cost of capital) tersebut guna memperoleh NPV. Dalam training tersebut, kita hanya fokus pada proyek yang didanai seluruhnya oleh Ekuitas atau modal sendiri dari pihak pemegang saham.

Tentunya, banyak proyek tidaklah mungkin hanya mengandalkan modal sendiri sebagai pembiayaannya, dan pendanaan (debt financing) dari pihak bank atau institusi keuangan lainnya menjadi suatu bagian yang tidak terpisahkan dari pembiayaan suatu proyek.

Dengan hadirnya pinjaman (hutang), maka kita perlu mempertimbangkan bagaimana keputusan pembiayaan tersebut dapat mempengaruhi biaya modal (cost of capital) proyek dan dampak terhadap proyeksi arus kas yang akan kita diskonto.

Secara garis besar, terdapat 3 metode capital budgeting dengan pinjaman dalam kondisi pasar yang tidak sempurna, yaitu:

  • Weighted Average Cost of Capital (WACC)
  • Adjusted Present Value (APV)
  • Flow To Equity (FTE)

Dalam pelatihan ini, akan diperlihatkan bagaimana melakukan analisa menggunakan ketiga metode di atas, dan tentunya pemahaman atas masing-masing metode. Diharapkan bahwa pihak partisipan training akan bisa memilih metode mana yang relatif mudah diterapkan sesuai dengan kondisi dan kebijakan pendanaan di perusahaan yang bersangkutan.

Topic   Subtopic
     
The Weighted Average Cost of Capital (WACC) Method   Using the WACC to Value a Project
    Implementing a Constant Debt-Equity Ratio
     
The Adjusted Present Value (APV) Method   The Unlevered Value of the Project
    Valuing the Interest Tax Shield
     
The Flow-to-Equity Method   Calculating the Free Cash Flow to Equity
    Valuing the Equity Cash Flows
    What Counts as “Debt”?
     
Project-Based Costs of Capital   Estimating the Unlevered Cost of Capital
    Project Leverage and the Equity Cost of capital
    Determining the Incremental Leverage of a Project
     
APV with Other Leverage Policies   Constant Interest Coverage Ratio
    Predetermined Debt Levels
    A Comparison of Methods
     
Other Effects of Financing   Issuing and Other Financing Costs
    Financial Distress and Agency Costs

 

JOINT OPERATIONS (KSO) AND JOINT VENTURE TRAINING

Training syllabus could be downloaded by clicking this link: Joint_Venture_training_syllabus_Futurum_Corfinan for public